Denpasar, Untuk mengantisipasi munculnya suara cedar-cedur akibat penyulutan petasan maupun mercon dan sejenisnya. Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar Ir. I Wayan Meganada,MT menghimbau masyarakatnya untuk tidak menyalakan petasan, mercon dan sejenisnya. Guna memastikan hal tersebut tak terjadi, Sabha Upadesa beserta seluruh jajaran dibantu pihak terkait segera akan melakukan sidak kebeberapa tempat di Kota Denpasar. Hal tersebut disampaikan Meganada saat menggelar rapat koordinasi antar prajuru dan pengurus, Senin (14/12) di Aula Sabha Lango Santi Kantor Dinas Kebudayaan Denpasar.
Meganada mengatakan, sukses mengawal helatan Pilwali 9 Desember lalu, kini pihaknya jelang Natal dan Tahun Baru (NATARU). Kembali dihadapkan pada tugas menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Denpasar. Seperti dilakukan setiap jelang Natal dan Tahun Baru bersama pihak terkait terus berupaya bahu-membahu melakukan berbagai upaya untuk menjaga Denpasar selalu kondusif. Seperti melakukan sidak keseluruh wilayah Kecamatan di Denpasar ikut mengawasi dan menyidak pedagang-pedagang mercon dan sejenisnya. Menurutnya langkah ini penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terutama menekan suara cedar-cedur yang marak muncul menjelang tahun baru. Penyulutan mercon ini telah banyak menimbulkan dampak negatif diantaranya terbakarnya rumah, pura dan lain sebagainya. Bahkan telah terjadi seorang anak tangannya putus serta tubuhnya melepuh akibat menyulut mercon. Agar tak terulang kasus seperti itu, pihaknya berharap agar seluruh masyarakat sadar dan ikut mengawasi peredaran mercon, jelasnya. Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh steak holder mulai dari Kaling/Kadus, Kelian Banjar, Desa/Lurah hingga jajaran Kecamatan untuk ikut memantau perkembangan situasi dilingkungannya masing-masing “Jangan ada pembiaran”, ucapnya. Karena aturannya sudah jelas Keputusan Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar No.37/Kep/MMDP/XII/2013.TentangPelaranganPenjualan/penggunaan/membunyikan/meledakan/menyalakan mercon, kembang api dan benda yang sejenis termasuk minuman keras diwilayah Kota Denpasar. Lakukan upaya penanganan dengan koordinasi dan sinergitas dengan seluruh jajaran terkait. Apabila ada pelanggaran pihaknya diharapkan segera lakukan tindakan sesuai aturan yang ada, terangnya. Meganada juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Denpasar atas peran sertanya menjaga Denpasar selalu kondusif saat Pilwali lalu. Dengan kecerdasan yang dimiliki, hal ini terbukti helatan Pilwali di Kota Denpasar berjalan dengan lancar dan damai. Situasi ini tentu harus dijaga terus bahkan ditingkatkan. Meganada juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan tahun 2015 sebagai cermin dan refleksi kehidupan dalam menyongsong datangnya tahun baru 2016. “Semoga ditahun baru 2016, kita diberikan kemudahan-kemudahan dalam menggapai cita-cita”, terangnya. (Sdn.Humbud.Dps.).
29 Oktober 2025