Denpasar, Tim evaluasi ogoh-ogoh Kota Denpasar yang terdiri dari para pakar berbagai bidang ilmu. Seperti; seni, budaya, arsitek, pedalangan, ilmuwan, IT dan lain-lain. Mulai hari ini akan melakukan penilaian diseluruh wilayah Kecamatan Denpasar Barat. Hal tersebut ditegaskan Komang Astita selaku Ketua Tim disela-sela persiapan menjelang penilaian, Senin (13/3) di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.
Dikatakan Astita, bahwa sistim penilaian untuk tahun ini tak jauh beda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Sejumlah ogoh-ogoh yang ada di wilayah Denbar akan disasar satu persatu oleh Tim sesuai daftar yang ada. Yakni yang dinilai adalah ogoh-ogoh yang telah terdaftar resmi di kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Menurut Astita, kreteria yang ditetapkan juga hampir sama. Yakni, ogoh-ogoh harus berbahan ulat-ulatan ramah lingkungan seperti bahan bambu, kayu, kertas, guungan, gedeg, rotan atau penyalin. Dan bisa pula berbahan buah-buahan atau kacang-kacangan untuk asesoris pada tempat-tempat tertentu seperti mata, kumis, bulu atau gigi dan lain-lain tergantung kreatifitasnya dan inovasi pembuatnya. Termasuk kreatifitas menggunakan tehnik tehnologi android dalam rancang bangunnya, “ini silakan saja”, terang Astita. Yang jelas dilarang adalah ogoh-ogoh yang berbahan dari styrofoam, gabus atau spon ini jelas tidak akan mendapat penilaian juri alias didiskualifikasi. Adapun unsur-unsur yang dinilai meliputi; bahan, komposisi, kreatifitas, dan ekspresi. Ditegaskan pula bahwa ogoh-ogoh yang telah dua kali mendapat juara untuk ketiga kalinya tidak lagi diperkenankan ikut serta. Dari 183 ogoh-ogoh yang ikut serta, masing-masing Kecamatan nantinya akan dipilih 8 nominasi terbaik dan berhak atas hadiah uang sebesar 10 juta rupiah potong pajak. Jika semua masuk katagori maka akan ada 32 nominasi ogoh-ogoh dari Empat Kecamatan di Kota Denpasar. Penilaian akan dilaksanakan mulai hari ini 14 hingga 17 Maret 2017 mulai pukul 09.00 wita hingga selesai. (Sudiana.Humbud.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025