Menu

Hargai Jasa dan Karya Alm. Prof. Phalgunadi

  • Rabu, 13 Mei 2015
  • 1032x Dilihat

WALIKOTA BUATKAN PATUNG

Denpasar, Kepergian sosok budayawan, sejarawan, dosen Prof. Dr.D.Liftt. Dr. I Gst Pt. Phalgunadi,MA ternyata banyak meninggalkan kenangan. Tak hanya karya-karya tulis yang bernafaskan Hindu yang menjadi peninggalan beliau, namun spirit hidup melalui konsep ngayah menjadi kenangan yang tak terlupakan. Guna mengapresiasi hasil karya cipta almarhum, Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra memberi pengharagaan dengan membuat patung. Yang diserahkan kemarin oleh Kabid Seni Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Kt. Suaryadala didampingi Humas Disbud Sudiana mewakili Pemerintah Kota Denpasar. Diterima perwakilan keluarga almarhum A.A. Arnawa,SH mantan KaBiro Kesra Propinsi Bali, Rabu (13/5) di kediaman almarhum Puri Gerenceng Denpasar.

Menurut A.A. Arnawa, Prof. Phalgunadi Pria kelahiran Puri gerenceng-Pemecutan Denpasar pada 9 Januari 1948 ini adalah sosok yang kutu buku. Kesehariannya tak lepas dari aktifitas akademiknya yang tak kenal waktu seperti; rajin melakukan penelitian, menulis buku, mengajar, serta memberi ceramah dan pembinaan umat keseluruh pelosok jagat Bali bahkan keliling Indonesiapun dilakoni. Ceramah serinya tentang Sejarah Evolusi Agama Hindu dibeberapa media, ternyata mampu memberikan cakrawala pemahaman yang segar dan jelas dalam menjawab berbagai tantangan dan persoalan umat yang dihadapi baik sosial, adat, budaya  maupun agama. Sebagai seorang cendikiawan, intelektualitas kepakarannya dalam bidang sejarah evolusi Agama Hindu tentu tak perlu diragukan lagi. Dari sikap dan tutur katanya yang lemah lembut dan penuh tatakrama, serta rasa kekeluargaanya yang sangat hangat baik di kalangan keluarga maupun para handai taulannya. Sungguh mencerminkan sosok cendikiawan yang sejati, rendah diri, tanggung jawab dan penuh pengabdian. Sosok peraih pengharagaan tertinggi internasional “Gophaldas Memorial Gold Medal” dari pemerintah India ini juga telah banyak menelorkan tulisan dalam bentuk buku dan berbagai  bentuk terjemahan sastra Bali dan Jawa kuno kedalam bahasa Inggris. Sebut diantaranya; Indonesia Mahabarata, Adiparwa-The First Book, Virataparva, Evolution Of Hindu Cultural, The Krsna Story in Indonesia, The Krsnalantaka dan lain-lain. Sejak menamatkan diri di IHD Denpasar yang kini berubah menjadi UNHI, sosok Phalgunadi melanjutkan petualangannya mencari ilmu menuju negeri pertapa India. Hampir selama tiga puluh tujuh tahun lebih beliau menetap di India, namun karena kecintaannya terhadap tanah leluhurnya Bali. Akhirnya beliaupun kembali ke Bali dan meneruskan profesinya sebagai penulis, dosen, peneliti, penceramah dan sebagainya. Kini tokoh besar ini telah berpulang, pergi meninggalkan segala kebesarnnya. Semoga apa yang dirintis, dapat dilanjutkan oleh para generasi muda kita sekarang sekarang. (Sdn.Humbud.Dps.).