Sabha Upadesa Perkuat Jati Diri & Bangun Sinergitas
Denpasar, Arus globalisasi yang semakin hari semakin deras, membawa dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sendi kehidupan manusia. Untuk itu kepekaan dan kemampuan dalam memproteksi diri menangkal setiap perubahan serta tantangan mutlak dilakukan. Dengan memperkuat karakter dan jati diri serta membangun sinergitas antar steekholder. Demikian dikatakan Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar Ir. W. Meganada saat melakukan koordinasi dengan Tim Perumus, Dewan Pakar Sabha Upadesa Kota Denpasar. Hadir pula Kadis Kebudayaan Md. Mudra dan pejabat dilingkungan Dinas Kebudayaan Denpasar, Kamis (4/6) di Aula Sabo Lango Disbud Denpasar.
Upaya memperkuat jati diri Bangsa melalui akar budaya yang kuat lewat sinergitas yang terbangun adalah salah satu upaya dalam menangkal setiap gerusan perubahan global. Menurut Meganada, globalisasi yang identik dengan modernisasi memang tak bisa dibendung namun harus ada kekutan untuk memfiltrasi setiap gerak perubahan. Sehingga dengan kemampuan tersebut modernisasi kita harapkan mampu memperkuat khasanah budaya yang ada. Jadi globalisasi benar-benar menampilkan kehidupan yang serba dekat dan serba terbuka, karena semua kebudayaan bisa dilihat dan dijangkau dengan kekuatan teknologi informasi yang terus berkembang pesat. Terciptanya jarak yang sagat cepat dan terbuka, pada gilirannya tidak hanya menjadi sisi positif dari globalisasi. Tetapi di balik itu ada sisi negatif yang bisa mengancam kebudayaan pihak lain. Jadi, globalisasi bisa menjadi berkah yang layak untuk disyukuri. Namun disisi lain, globalisasi bisa menjadi neraka bagi kebudayaan yang lain apabila ini tak disertai dengan kepekaan dan daya proteksi yang tinggi. Untuk itu keberadaan Sabha Upadesa sebagai sebuah lembaga yang independen amat diperlukan dalam upaya untuk memproteksi segala pengaruh negatif. Seperti Sabha Upadesa Kota Denpasar dengan berbagai program yang dicanangkan telah terbukti mampu menjadi jembatan dan benteng yang kuat dalam menangkal setiap perubahan. Bahkan selalu berada didepan dalam mengawal keharmonisan dan ajegnya seni, adat, agama dan budaya Bali. (Sdn.Humbud.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025