Denpasar, Untuk kesekian kalinya penampilan duta Denpasar di ajang PKB ke 37, mendapat aplaus luar biasa penonton yang memadati Panggung Terbuka Arda Chandra Denpasar. Menampilkan dua buah tari, satu tabuh kreasi dan sebuah fragmentari yang berjudul “Penobatan Baratha”, penampilan duta Denpasar kemarin petang benar-benar memukau, Minggu (21/6).
Parade Gong Kebyar Dewasa yang berlangsung kemarin petang antara duta Denpasar dan Bangli, benar-benar dijejali penonton. Tak kurang dari tiga ribu penonton tampak tumpah- ruah memadati panggung terbuka Arda Chandra Denpasar. Apalagi yang hadir kali ini adalah duta Kota Denpasar yang selalu hadir dengan penampilan yang luar biasa. Menempati sisi utara panggung, duta Kota Denpasar mengawali penampilannya dengan sebuah tari yang berjudul “Teruna Jaya” yang dibawakan begitu lincah dan ekspresif oleh dua penari remaja. Tari ini menggambarkan gerak-gerik seorang pemuda yang sedang menginjak dewasa. Dengan prilakunya yang sedikit egois dan selalu menebar senyum untuk menarik perhatian hati perempuan. Sesi berikutnya, duta Denpasar menampilkan sebuah tabuh kreasi yang diberi judul “Noktah” yang berarti titik-titik nada. Dimunculkan dengan pola aturan dari sebuah permainan bunyi dalam ruang dan waktu yang teratur dengan estetika konsep musikal tersendiri. Apabila dipadankan dengan irama musik, tabuh ini bak irama jazz klasik yang lebih menonjolkan nada-nada harmonis yang melankolis tanpa kekerasan. Keberanian duta Denpasar menampilkan sebuah garapan yang terbilang unik namun indah didengar, patut diacungi jempol. Berikutnya kembali duta Denpasar menampilkan tari kreasi yang diberi judul “Ratna Wisaya” (mengangkat filosofi bunga Ratna). Pada sesi pamungkas seperti yang ditunggu-tunggu, duta Denpasar menutup penampilannya dengan sebuah fragmentari yang diberi judul “Penobatan Baratha”. Fragmen ini mengupas sifat baik Sang Rama yang begitu bhakti, bijak dan jujur kepada takdir untuk memberikan tahta kerajaan kepada saudaranya Baratha. Nuansa keagungan dan keharmonisan saat hadirnya fragmen ini, begitu kental terasa. Dikemas begitu apik, mulai dari penataan tabuh yang nyambung dan serasi dengan garapan tarinya serta kesesuaian property sebagai daya dukung dalam memperkuat karakter garapan, terjalin satu sama lain. Ditunjang penampilan para penari yang begitu kuat dalam memainkan perannya serta keserasian busana yang dikenakan, menjadi nilai plus bagi duta Denpasar. Tak ayal sepanjang pementasan, duta Denpasar selalu mendapat aplaus pencintanya termasuk Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra yang tak pernah absen dalam mensuport duta-dutanya. (Sdn.Humbud.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025