Menu

Festival Film Surabaya

  • Senin, 16 Mei 2016
  • 969x Dilihat

Denpasar Jadi Sumber Inspirasi

Denpasar, Sejak digulirkannya event “Denpasar Fim Festival” (DFF) ke masyarakat oleh Pemerintah Kota Denpasar tahun 2010 lalu, banyak kalangan insan film tertarik. Salah satunya adalah Festival Film Surabaya (FFS) 2016 yang digelar baru-baru ini di Balai Budaya Kota Surabaya banyak terinspirasi dari Kota Denpasar. “DFF, menjadi salah satu inspirasi saya”, demikian dikatakan ketua penyelenggara FFS 2016 Fani Diaz usai pengumuman pemenang, Minggu (8/5) lalu.

Menurut Sudiana selaku perwakilan DFF Denpasar didampingi Eka Risti dan Agung Bawantara dari yayasan “Bali Gumanti” selaku penanggung jawab DFF. Kehadirannya di FFS kali ini disamping sebagai undangan resmi juga dalam rangka melihat sejauh mana perkembangan film dokumenter di Indonesia khususnya Kota Surabaya. Dikatakan, media film atau moving picture merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat efektif dalam mengembangkan daya kreatifitas. Oleh karenanya, munculnya festival film di dunia, baik di luar negeri maupun di Indonesia adalah sinyal yang positif untuk memberikan pencerahan bagi dunia pendidikan, kebudayaan dan pariwisata Indonesia khususnya. Sebagai produk budaya populer, film sangat mudah untuk memberikan pengaruh dan warna dalam kehidupan dimasyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan karya-karya film yang memiliki nilai kearifan budaya lokal dengan mengangkat isu-isu yang sedang berkembang dimasyarakat. Tujuannya, agar dapat menginspirasi dalam mencari solusi serta membuka kesadaran personal dan sosial.

Disisi lain Ketua FFS Fani Diaz mengatakan, sama dengan DFF, Festival Film Surabaya yang berbasis pada pelajar, didasari atas semangat emansipatoris dan kritis dalam melihat perubahan dunia terutama menyangkut dunia pendidikan, kebudayaan, serta pariwisata. Dengan menyatukan pelajar Indonesia, mahasiswa serta masyarakat umum melalui karya-karya nyata, FFS sebagai fasilitator festival pelajar terbesar di Indonesia hingga saat ini telah mampu menyediakan ruang apresiasi setinggi-tingginya dalam bentuk pemutaran film, diskusi, dan fasilitasi produksi film pendek. Menurutnya pula, kegiatan FFS 2016 merupakan tahun ke-5 yang mampu memberikan ruang kepada mahasiswa dan umum yang bersifat non kompetisi. Namun demikian panitia FFS tetap akan memberikan penghargaan kepada peserta non kompetisi tersebut. FFS dengan tagline ‘Dari Pelajar Oleh Pelajar Untuk Indonesia’, adalah bagian dari wujud kepedulian dan peran SMK Dr. Soetomo Surabaya sebagai salah satu penggerak roda pendidikan dalam mewujudkan generasi pelajar muda yang berbudi luhur dan bangga terhadap negeri sendiri. FFS kemarin dibuka langsung Staf Ahli Kemendikbud RI Bidang Pengembangan Perfilman Nasional Maman Wijaya dan tak kurang dari 70 karya film ikut ambil bagian. (Sdn.Humbud.Dps.).