Menu

EVALUASI DESA PAKRRAMAN SE-KOTA DENPASAR

  • Kamis, 22 September 2016
  • 867x Dilihat

Rai Mantra, Jadikan Evaluasi Sebuah Kebutuhan

Denpasar, Komitmen Walikota IB Rai D. Mantra dalam menjaga eksistensi Desa Pakraman di Kota Denpasar terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Evaluasi Penataan dan Pembinaan Kelembagaan Desa Pakrmanan yang rutin digelar setiap tahun. “Jangan kegiatan evaluasi ini dipandang sebagai beban namun sebaliknya jadikan ini sebuah kebutuhan yang wajib untuk dilaksanakan’, terang Walikota Rai Mantra dihadapan krama Desa Poh Gading, Rabu (21/8) di Jaba Pura Desa, Desa Pakraman Poh Gading-Denut.

Lebih jauh Rai Mantra mengatakan, kegiatan evaluasi penataan dan kelembagaan terhadap keberadaan Desa pakraman di Kota Denpasar ini merupakan kebutuhan wajib. Mengingat perubahan dan perkembangan situasi diera global seperti sekarang ini begitu cepat ditambah lagi pertumbuhan penduduk di Kota Denpasar yang begitu pesat. Tentu memicu timbulnya berbagai dampak sosial yang begitu kompleksitas. Untuk itu perlu ada langkah-langkah konkrit dalam mengantisipasi segala bentuk tantangan dan permasalahan tersebut. Selaku ujung tombak pengayom dan pembina dimasyarakat, Desa Pakraman dituntut untuk selalu mampu menjawab segala bentuk tantangan. Melalui berbagai langkah kebijakan yang dituangkan kedalam berbagai bentuk aturan Desa baik itu perarem maupun dalam bentuk awig-awig Desa. Dengan demikian sinergitas, ekesistensi dan keharmonisan Desa Pakraman dan Krama yang diempon akan selalu terjaga, baik keharmonisan unsur palemahan, pawongan maupun parahyangan. Kalau dilihat dari perubahan jaman seperti sekarang ini, tentu yang menjadi titik prioritas perhatian dan pembahasan adalah unsur pawongan, tambah Rai mantra. Seperti keberadaan penduduk pendatang dengan segala permasalahannya diantaranya; tempat tinggal, lingkungan, kebersihan hingga administrasi kependudukan, jelas Rai Mantra. Dengan kegiatan evaluasi seperti ini yang rutin digelar setiap tahun paling tidak Desa Pakraman dibantu pemerintah dan unsur-unsur terkait mampu mengantisipasi segala bentuk permasalahan tersebut. 

Sementara Kepala Desa Poh Gading I Nyoman Sudana,SE dalam laporannya mengatakan, Desa Pakraman Poh Gading yang terdiri dari 12 banjar adat dengan jumlah penduduk kurang lebih 43 ribu jiwa. Pada umumnya telah mampu menjalankan perannya terutama menyangkut tiga unsur yang dinilai seperti, parahyangan, palemahan dan pawongan. Seperti; memperbaiki bangunan fisik pura, balai banjar, pura subak dan sebagainya. Melakukan penataan dan penyempurnaan awig-awig, penataan kelembagaan seperti meningkatkan peran LPD, pengelolaan aset seperti; Pasar Desa, Sekolah, Pondok Wisata, penataan organisasi kemasyarakatan seperti; Sabha Upadesa, Sekee Teruna, sekee seni (tabuh dan tari) dan lain-lain. Termasuk penataan lingkungan dan pengelolaan kebersihan terutama sampah. Dan yang tak kalah penting pula adalah meningkatkan serada bhakti dan keyakinan umat terhadap sang pencipta melalui berbagai bentuk kegiatan upacara dan upakara seperti Panca Yadnya. Dalam kegiatan evaluasi kemarin oleh panitia diserahkan seperangkat awig-awig Desa oleh tetua Desa kepada Tim Penilai yang diterima langsung Walikota IB Rai D. Mantra. Untuk kegiatan evaluasi selanjutnya, Tim akan menyasar dua Desa yang ada di Kecamatan Denpasar Timur dan Selatan. (Sdn.Humbud.Dps.).