Sebagai Media Edukasi, Informasi dan Komunikasi
Denpasar, Keinginan Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra untuk terus memperbanyak ruang informasi dan komunikasi ke masyarakat, disambut antusias seluruh jajarannya. Salah satunya dengan terbitnya majalah seni budaya edisi khusus “KELIR” oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar tepat dihari Ulang Tahun Kota Denpasar ke 227. “Majalah ini sengaja kami terbitkan untuk memperluas informasi dan komunikasi sekaligus edukasi. Serta sebagai langkah untuk lebih mendekatkan diri pada upaya pelayanan ke masyarakat”. Demikian dikatakan Kadis Kebudayaan Drs. I Md. Mudra,M.Si didampingi Kabid Dokumen Alit Sudibya usai menyaksikan malam apresiasi budaya serangkaian peringatan HUT Kota Denpasar ke 227, Sabtu (27/2) lalu di Taman Budaya Art Centre Denpasar.
Menurut Mudra, keinginan untuk memiliki majalah seni budaya sebagai media informasi dan komunikasi memang sudah lama direncanakan, cuman baru sekarang kesampaian. Disamping karena kesibukan, agar majalah ini sesuai dengan apa yang diharapkan perlu perencanaan yang matang. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas disamping berupaya mencari hari baik”, terangnya. Kenapa memilih nama “KELIR”, menurutnya dipilihnya nama ini mengingat kelir identik dengan ruang, bingkai atau media untuk sebuah aktifitas yang diekspresikan melalui berbagai macam gaya dan karakter. Seperti kelir dalang, dimana kelir yang berupa bentangan kain putih siap menjadikan dirinya sebagai sebuah media untuk si dalang dalam berekspresi, terangnya. Demikian pula dengan majalah ini, diharapkan bisa menjadi media komunikasi, informasi sekaligus edukasi bagi para pembacanya. Hal ini dibernarkan pula oleh Made Sudiana selaku penulis sekaligus editor majalah ini. Ditambahkan pula, disamping sebagai media informasi dan komunikasi majalah ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para seniman dan budayawan dalam berkarya. Mengingat banyaknya ragam kegiatan seni budaya di Kota Denpasar maka harus ada upaya untuk pendokumentasiannya, terang Sudiana. Maka dari itu semua isi kontens majalah ini lebih banyak mengupas dan mengangkat seputar kegiatan yang ada di Dinas Kebudayaan. Seperti; kegiatan seni, budaya, pusaka, tokoh termasuk mengekspose beberapa kantong-kantong seni tradisional maupun modern yang ada di Kota Denpasar. Kedepan majalah kebudayaan edisi khusus ini rencananya akan dicetak kembali, mengingat banyak yang menyukai. Seperti disampaikan A.A. Oka Suweca Jro Bendesa Denpasar dan Ketut Suteja Kumara salah seorang anggota DPRD Denpasar. “Bahwa dilihat dari sisi bentuk maupun isinya majalah ini sangat bagus”, ucapnya. Ditanya tentang rentang waktu pembuatan, menurut Sudiana dirinya bersama tim penulis hanya punya waktu 1 bulan untuk mempersiapkan majalah ini. Bersyukur atas kerja keras dan dukungan semua pihak majalah ini selesai tepat pada waktunya, ujarnya. (Sdn.Humbud.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025