Menu

DISBUD HIDUPKAN KEMBALI SENI PAHAT

  • Sabtu, 11 Juli 2015
  • 1071x Dilihat

Denpasar, Sebagai Kota Budaya, Denpasar terus berupaya untuk menghidupkan kembali semua kearifan lokal yang dimiliki. Seperti seni pahat yang dulu pernah eksis hingga terkenal kemanca negara, kini mulai punah keberadaannya. Untuk mengembalikan hal tersebut, Pemkot melalui Dinas Kebudayaan menggelar pelatihan pahat gratis. Dilaksanakan mulai tanggal 9 s/d 13 Juni 2015 di Dinas Kebudayaan Denpasar melibatkan siswa-siswi Se-Kota Denpasar, (9/7).

Menurut Kadis Kebudayaan Md. Mudra, tujuan digelarnya pelatihan ini adalah untuk menggali bibit-bibit baru seniman pahat di Kota Denpasar. Dengan memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan melalui pelatihan gratis “Memahat” kepada para genarasi muda khususnya siswa-siswi yang ada di Kota Denpasar. Sehingga kedepan secara bertahap melalui program ini Denpasar akan kembali bangkit dan menjadi barometer seni pahat di Bali. Hal ini sekaligus akan membuka dan memberi peluang baru bagi masa depan seni pahat/perpahatan maupun seni ukir di Kota Denpasar. Yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat seni pahatnya.

Sementara Wayan Marya seorang seniman pahat asal Anggabaya-Penatih selaku instruktur yang ditunjuk untuk melatih dan membina anak-anak. Mengatakan, dirinya bersama dua orang intsruktur lainnya yaitu Wayan Samudra dan Md. Arya merasa bersyukur ditunjuk sebagai pembina. Sebab menurutnya, di Denpasar kini seniman pahat boleh dikatakan sangat sedikit jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Padahal dulu diEra tahun 60an hingga 80an Denpasar terutama di daerah Panti, Penatih, Sesetan dan Kesiman bertebaran seniman-seniman pahat. Yang terkenal dengan produk patung orang yang membawa keranjang ayam. Dengan adanya program pelatihan gratis pahat ini, dirinya berharap Denpasar akan kembali memiliki seniman-seniman pahat yang handal. Dirinya juga bersyukur bahwa kegiatan pahat memahat di Kota Denpasar belum habis. Masih ada sekelompok orang yang masih setia mau menggeluti dunia pahat memahat. Seperti yang ada di Desa Anggabaya-Penatih dimana Wayan Marya bersama dua kelompok lainnya masih setia menggeluti dunia pahat-memahat hingga kini. Dalam kegiatan pelatihan pahat ini, dirinya dan para instruktur lainnya sepakat untuk memberikan pengetahuan dasar dulu dibidang memahat. Mulai dari mengenal jenis peralatan yang digunakan, fungsinya, bagaimana membuat pola, cara memegang pahat, cara memukul dan lain-lain. Dari 17 peserta yang ikut serta, tampak anak-anak begitu antusias mengikuti pelatihan gratis ini. (Sdn.Humbud.Dps).