Denpasar, Kecamatan Denpasar Timur akhirnya berhasil menyisihkan para rivalnya dengan keluar sebagai juara I lomba Taman Gegirang (Simulasi) dalam rangka Pelestarian Budaya Daerah Desa Pakraman Se-Kota Denpasar tahun 2015. Lomba ini digelar dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi lembaga adat dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Bali. Lomba yang berlangsung sehari dibuka Kadis Kebudayaan Denpasar Drs. I Made Mudra,M.Si ditandai dengan penyerahan “piranti lomba” kepada masing-masing peserta. Turut hadir Jro Bendesa Se-Kota Denpasar, SKPD`terkait, Camat Se-Kota Denpasar dan Tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan Desa Peguyangan, Sabtu (8/8) kemarin di Wantilan Pr. Desa Peguyangan Denpasar Utara.
Ketua Panitia Wayan Meganada dalam laporannya mengatakan, lomba simulasi yang untuk kesekian kalinya digelar melibatkan semua kecamatan di Kota Denpasar. Adalah dalam rangka pembinaan kepada Desa Pakraman untuk meningkatkan peran sertanya dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Bali. Disamping untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas terutama para prajuru desa maupun kramanya. Sehingga tercipta pakilitan penyama brayaan yang harmonis baik antar para prajuru Desa maupun antar prajuru dengan kramanya atau masyarakatnya. Dalam lomba kali ini, dari empat orang dewan juri yang terdiri dari Cok Putra, Prof. Sudiana, Ir. Nym. Astawa dan Butu Antara. Mewajibkan masing-masing peserta untuk melakukan simulasi dengan memecahkan berbagai masalah dari beberapa pertanyaan dewan juri sekaligus solusinya. Dikemas dalam bentuk tanya dan jawab yang peran dan tugasnya telah ditentukan oleh tim masing-masing berlangsung selama 40 menit. Seperti sosok yang berperan sebagai narasumber (narawakya), sekretaris (penyarikan), pengarah (pengenter) dan peserta (pemilet). Yang menarik dari simulasi atau taman gegirang ini, peserta bebas berekspresi membawakan secara demokratis membedah segala persoalan penuh gurauan serta sangsi bagi yang mendapatkannya. Seperti; menyanyi, menari, mekidung atau yang lain yang berbau budaya Bali. Jenis pertanyaan juga seputar permasalahan perkotaan dengan mengacu pada unsur Tri Hita Karana (pawongan, palemahan dan parahyangan). Dengan bobot penilaian bertumpu pada unsur kekompakan, kreatifitas, penguasaan materi, bahasa dan lain-lain. Dengan soal pertanyaan seputar masalah etika berbusana ke pura, penanganan sampah dan lain-lain. Berdasarkan penilaian dewan juri akhirnya diputuskan Tim Simulasi Ds. Anggabaya Kecamatan Dentim keluar sebagai juara I disusul Kecamatan Denbar, Denut dan Densel. Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang lomba antar Desa Pekraman Se-Kota Denpasar. Hasilnya, Ds. Pakraman Intaran Sanur-Densel keluar sebagai juara I disusul Ds. Anggabaya Dentim, Ds. Tonja Denut dan Ds. Pakraman Denpasar Denbar. (Sdn.HMs.Dps.).
26 Januari 2026
13 Januari 2026
29 Oktober 2025