Menu

Denpasar Jadi Inspirasi Lahirnya Karya-Karya Sastra Terkenal

  • Minggu, 22 Februari 2015
  • 2751x Dilihat

Denpasar, Peringati HUTnya yang ke 227, Kota Denpasar kian semarak dengan hadirnya kado buku dari para sastrawan Bali. Berupa kumpulan cerpen tentang sisi Kota Denpasar mulai karya tahun 1954 hingga sekarang berjudul “Denpasar Kota Persimpangan, Sanur Tetap Ramai”. Menurut Nooca M. Massardi salah seorang penulis mengatakan, “Denpasar sudah sejak dahulu menjadi inspirasi lahirnya karya-karya sastra terkenal”, ungkapnya. Hal tersebut terungkap saat louncing kumpulan buku cerpen yang dikemas dalam acara “Apresiasi Sastra”. Ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh IB Martinaya mewakili para penulis kepada Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra, Minggu (22/2) di Areal Timur Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar. Turut hadir Sekda Denpasar Rai Iswara, Kadis Kebudayaan Md. Mudra, SKPD terkait serta para komunitas seni, penulis dan pengarang.

Menurut Prof. Dharma Putra selaku penyunting mengatakan, buku ini memuat 25 karya cerpen ditulis dalam rentang waktu 60 tahun yaitu mulai tahun 1954 hingga tahun 2014. Cerpen paling tua ditulis pada tahun 1954 berjudul “Kisah Jembatan Badung” karya Gangga Sila, sedangkan yang terbaru bejudul “Orang Sanur” karya IB Martinaya. Selain kedua cerpen tersebut, ada pula cerpen yang berjudul “Disaksikan Oleh Sungai Ayung” karya LS. Selasih dan cerpen “Dalam Dekapan Puputan” karya Dewa Ayu Carma yang bertutur tentang kisah yang terjadi di Kota Denpasar dan sekitarnya. Beberapa nama pengarang terkenal juga ikut menghiasi lembaran kumpulan buku cerpen ini. Sebut saja diantaranya; Putu Wijaya, Faisaal Baras, Djelantik Santa, Gde Aryanta Soetama, Kt. Syahruawardi Abbas, Windu Sancaya, Juniarta dan lain-lain. Sebelumnya, karya sastra sejenis juga pernah diterbitkan Prof Dharma Putra bersama para sahabatnya seperti; A.A. Oka Wiranata, Gita Purnama dan yang lainnya. Dengan karya sastra berbentuk kumpulan puisi berjudul “Dendang Denpasar Nyiur Sanur” serta kumpulan puisi berbahasa Bali berjudul “ Denpasar Lan Don Pasar”. Hadirnya karya-karya sastra ini tentu tak lepas dari keinginan Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra agar karya-karya ini bisa terhimpun dalam satu buku antologi. Disamping sebagai sebuah inspirasi, kehadiran buku ini juga dalam rangka melestarikan karya-karya cerpen tentang Denpasar tempo dulu maupun kekinian. Kehadiranya bisa sebagai sumber pengetahuan dan acuan mencipta bagi penulis-penulis berikutnya. Mengingat Denpasar khususnya Sanur yang indah ternyata sejak lama telah menjadi inspirasi bagi para penulis maupun pengarang, ujar Dharma Putra. Terbukti banyak puisi, lukisan, lagu, foto, film, cerpen dan lain-lain terkenal olehnya. Lewat kumpulan buku cerpen ini, Prof. Dharma Putra berharap masyarakat pembaca bisa mengetahui cerita ataupun kisah tentang Denpasar tempo doeloe hingga masa kekiniannya. “Apresiasi Sastra” kemarin juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Rena Secelia dan Abubakar serta ulasan-ulasan dari para penulis maupun kritisi seperti; Syahruwardi Abbas, Nooca M Massardi, Juniarta dan lain-lain.(Sdn.Humbud.Dps.). 123.