Menu

DENPASAR BUKTIKAN DIRINYA SEBAGAI KOTA BUDAYA

  • Minggu, 20 September 2015
  • 1144x Dilihat

Pj. Walikota Buka Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik 2015

Denpasar, Event seni budaya yang bertajuk “Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik” yang digelar setiap tahun, kini telah menjadi ikon bagi masyarakat Kota Denpasar. Kesadaran untuk menjaga seni dan budaya yang diwariskan para leluhur dijawab pasti oleh segenap lapisan masyarakat Kota Denpasar. Dibuktikan dengan begitu antusiasnya masyarakat melalui sekeha kesenian yang ada dimasing-masing Banjar, sanggar ataupun kelompok-kelompok seni untuk berebut bisa tampil diajang bergengsi ini. Bahkan ada yang menyatakan siap tampil walaupun dengan biaya swadaya sendiri. Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi kelestarian, masa depan dan keberlangsungan aktifitas berkesenian di Kota Denpasar. “Saya bangga atas apa yang dilakukan masyarakat Kota Denpasar dalam menjaga, menggali, melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Bali”, ujar Pj. Walikota Denpasar A.A. Gede Geriya. Disela-sela menyaksikan penampilan anak-anak Sekeha Gong PAUD ajang Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik,Minggu (20/9) di Panggung Utama Lap. Puputan Badung  I Gusti Ngurah Made Agung. Turut mendampingi Sekda Kota Rai Iswara, Kadis Kebudayaan Md. Mudra dan SKPD terkait.

            Parade Gong Kebyar dan Kesenian Klasik kemarin diawali dengan tampilnya panabuh-penabuh baru hasil binaan Dinas Kebudayaan lewat program pelatihan gratis megambel. Lewat sentuhan tangan-tangan trampil melalui sebuah garapan yang diberi judul “Tiki Taka”. Para penabuh tampak begitu menikmati pagelarannya dan sedikitpun tak tampak rasa takut ataupun grogi. “Inilah nantinya sebagai cikal bakal penerus generasi seniman di Kota Denpasar”, terang Mudra (Kadis Kebudayaan Denpasar). Dengan bukti ini, menurutnya kita tak perlu berkomentar banyak tentang bagaimana masa depan dan keberlangsungan seni dan budaya di Bali khususnya Denpasar, imbuhnya. Melihat mereka tampil begitu bersemangat, ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga, mempertahankan dan melestarikan seni yang kita miliki sudah tertanam kuat dihati sanubari mereka. Untuk itu benteng pertahanan dalam mefiltrasi datangnya budaya luar sudah kuat. Sehingga bagaimanapun deras dan kuatnya gempuran globalisassi mereka sudah punya senjata untuk menangkalnya. Namun demikian kita juga harus tetap berupaya waspada terhadap budaya-budaya luar yang masuk. Dengan terus memberikan pelatihan, pembinaan, memberikan ruang untuk berekspresi dan berkreatifitas baik skala besar maupun kecil. Sehingga dengan upaya yang kita lakukan, keberlangsungan aktifitas berkesenian di Kota Denpasar akan tetap berlangsung sepanjang jaman. Selain penampilan penabuh-penabuh pemula hasil binaan Disbud Denpasar. Parade Gong Kebyar kemarin juga dimeriahkan dengan tampilnya  beberapa Sekeha Gong Anak (SGA) Tk/PAUD. Diantaranya; IGTKI, Kumara Jaya Br. Tengah Sesetan, SGA Pura Dalem Kahyangan Agung Pemecutan, SGA Tk. Dharma Putra Kedaton, SGA Tk. Kartika Peguyangan Kaja dan SGA Gema Katonjaya Br. Tega Kelurahan Tonja. (Sdn.Humbud.Dps.).