Menu

BESOK TIM SELEKSI OGOH-OGOH KOTA SIAP BERGERAK

  • Senin, 09 Maret 2015
  • 1917x Dilihat

Bobot Tertinggi Penilaian Ada Pada Ketaatan Bahan

Denpasar, Tim seleksi ogoh-ogoh Kota Denpasar diketuai Dr. I Nyoman Astita,MA, mulai besok siap bergerak menyasar tidak kurang dari 129 ogoh-ogoh Empat Kecamatan. Dengan empat unsur penilaian seperti; komposisi, kreatifitas, ekspresi dan ketaatan bahan. Diantara persyaratan tersebut ketaatan akan bahan menjadi bobot penilaian tertinggi seperti harus berbahan ramah lingkungan atau sejenisnya. Misalnya; bambu, kayu, kertas atau bahan sejenis  termasuk membolehkan bahan besi sebagai rangkanya. Demikian dikatakan Drs. Ketut Sudita,M.Si salah seorang tim seleksi usai menggelar rapat di studio kantor Dinas Kebudayaan Denpasar. Turut hadir Kadis Kebudayaan Denpasar Md. Mudra dan Humas Disbud Md. Sudiana, Minggu (8/3).

Seperti diungkapkan Kt. Sudita, dengan ditetapkannya ulatan bambu, kayu, kertas, guungan ataupun  gedeg dan bahan sejenis sebagai bahan utama ogoh-ogoh. Membuat tim seleksi sedikit melakukan perubahan terhadap unsur-unsur yang menjadi fokus penilaian. Seperti ketaatan akan bahan yang kali ini menjadi bobot tertinggi dalam penilaian tahun ini. Untuk itu tim seleksi secara tegas menyatakan akan mendiskualifikasi ogoh-ogoh yang berbahan Styrofoam. Muncul pertanyaannya, bagaimana cara tim mengetahui bahwa ogoh-ogoh tersebut ada bahan styrofoamnya mengingat semuanya sudah terbungkus. Menjawab hal tersebut, Sudita menjelaskan bahwa tim sudah memiliki jurus jitu untuk mengatasi hal tersebut bahkan pihaknya telah melakukan pengintaian jauh sebelumnya, jelas Sudita. Menurutnya, tim seleksi yang terdiri dari para pakar dibidangnya akan melakukan penilaian mulai tanggal 10 hingga 13 Maret 2015 pagi hingga sore hari. Dari kurang lebih 129 ogoh-ogoh yang diseleksi, tim akan memilih 8 nominasi terbaik untuk masing-masing Kecamatan dan berhak atas hadiah uang sebesar 10 juta rupiah dipotong pajak.

Sementara Kadis Kebudayaan Md. Mudra mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menampung aspirasi pemuda Hindu melalui ajang kreatifitas para sekeha teruna lewat karya ogoh-ogoh bertemakan “Bhutakala”. Dan menjadikan ogoh-ogoh sebagai ikon budaya unggulan Kota Denpasar sekaligus dalam rangka merayakan pergantian Tahun Saka 1937 dan hari suci “Nyepi”. Mudra juga berharap dalam penilaian nanti hendaknya seluruh peserta bisa mempercayakan dan menyerahkan sepenuhnya hasil penilaian kepada Tim Seleksi. Sebab yang menjadi tujuan bukan mencari juara semata melainkan rasa kebersamaan dan gotong-royong yang terbangun secara komunikatif antar sekeha teruna. “Membangun jati diri orang Bali yang santun, cerdas dan bermartabat jauh lebih penting ketimbang mencari gengsi semata”, ucapnya. (Sdn.Humbud.Dps.).