Menu

Beberapa Cabang Kabupaten Lain Nyatakan Mundur

  • Selasa, 21 April 2015
  • 313x Dilihat

Denpasar Sebaliknya Antusias dan Semangat

Denpasar, Dibalik pernyataan mundur beberapa Kabupaten diajang PKB kali ini, duta PKB Kota Denpasar justru sebaliknya. Tetap antusias dan semangat menyambut ajang tahunan ini dengan persiapan yang matang. Dibuktikan dengan kesiapan duta POP Daerah Denpasar untuk dievaluasi lebih dulu dibanding Kabupaten lainnya. “Saya mengapresiasi semangat duta Denpasar dalam menyambut ajang PKB”, demikian dikatakan Komang Darmayudha koordinator tim pembina POP Daerah saat melakukan pembinaan Minggu lalu, Kamis (16/4) di kantor Dinas Kebudayaan Denpasar. Hadir menyaksikan Sekda Kota Denpasar A.A. Ngr. Rai Iswara, Kadis Kebudayaan Md. Mudra, SKPD terkait serta para seniman dan budayawan.

Duta POP Daerah Kota Denpasar diajang PKB ke 37 kali ini diwakili oleh Ari Palawara Musik Company, pada evaluasi kemarin menampilkan dua buah lagu. Masing-masing lagu lawas “Kaden Saja” Ciptaan Wedhasmara yang dibawakan solo oleh Md. Manggala D. Pramana dan lagu “Ambu Putih” Ciptaan Gd. Eka Putra dibawakan oleh Putu Eva. Hadir dengan kekuatan 20 orang personil, kelompok ini berupaya meracik dan mengkolaborasikan jenis musik modern (diatonik) dan tradisional (pentatonik) kedalam garapan. Seperti; gitar, keybord, drum, gangsa, rindik, suling dan lain-lain. Dari perpaduan ini muncul ramuan musik yang bercirikan irama balad, jazz dengan kekentalan etnik klasik. Ibarat kata, Ari Wijaya selaku komposer mampu meracik dan mengkolaborasikan kedua jenis musik ini menjadi sebuah garapan yang indah dengan warna tersendiri. Memasukkan suling, gangsa dan rindik kedalam garapannya justru semakin memperkuat dan mempertajam warna musiknya. Dengan sisa waktu terbilang masih cukup lama sekitar dua bulan menjelang pentas. Ari dan kelompoknya masih berkeinginan untuk lebih menyempurnakan hasil garapannya. Itu dikemukan Ari saat usai pentas, “ya dari sisa waktu yang tersisa, saya akan menyempurnakan garapan ini termasuk mengakomodir semua masukan  tim pembina”, ujarnya. Walaupun sifatnya parade, kami ingin penampilan duta POP Daerah Kota Denpasar maksimal, imbuhnya.            

Sementara Komang Darmayudha didampingi Wayan Ardini mengatakan sangat terkesan dengan model garapan yang ditampilkan duta Denpasar. Namun demikian perlu ada sedikit masukan terutama yang terkait dengan struktur lagu. Menurutnya, lagu jangan terlalu bertele-tele sehingga mengaburkan warna aslinya. Mulai intro, lagu pokok, interlude dan coda dan semua lagu harus terporsikan dengan baik termasuk memasukkan semua alat musik yang dipakai kedalamnya, jelasnya. Darmayudha juga berharap agar nantinya duta Denpasar bisa menjadi inspirasi sekaligus spirit bagi kemajuan dunia musik khususnya musik Pop Bali. (Sdn.Humbud.Dps.).