Menu

BANGUN GENERASI CERDAS DAN KUAT

  • Kamis, 16 Juni 2016
  • 1030x Dilihat

Sekda Rai Iswara “Buka Kemah Budaya 9”

Denpasar, Menjaga dan mempertahankan nilai-nilai tradisi Bali yang bernafaskan Agama Hindu agar tetap ajeg, harus terus diupayakan. Selaku generasi muda dan Kader Pelestari Budaya tanggung jawab mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai tradisi Bali yang adi luhung, wajib hukumnya. Guna mewujudkan hal tersebut perlu generasi yang cerdas, kuat dan berahlak. Demikian dikatakan Sekda Kota A.A. Rai Iswara saat membuka kegiatan “Kemah Budaya 9”, Rabu (15/6) di Subak Sembung Kel. Peguyangan-Denpasar Utara. Turut hadir, Plt. Kadis Kebudayaan Denpasar Dra. Ni Nyoman Sujati,MM, Camat, Kades/Lurah, Jro Bendesa, Kelian Subak dan undangan penting lainnya.

Lebih jauh Rai Iswara mengatakan, bahwa arah pembangunan kita sekarang ini tak lepas dari akar budaya itu sendiri. Oleh karenanya menjaga budaya agar tetap ajeg dan lestari menjadi penting bagi kita semua. Berbicara tentang prosesi arah pembangunan, sekarang arah pembangunan kita menuju pada pemerintahan yang baik (good governance). Oleh karenanya penunjang pertama dan yang utama dalam mewujudkan pemerintahan yang baik adalah sinergitas antara pemerintah swasta dan masyarakat. Termasuk didalamnya adalah para generasi muda seperti adik-adik selaku kader pelestari budaya Kota Denpasar. Jadi dalam mewujudkan tujuan ini tidak boleh hanya salah satunya saja bergerak, melainkan sinergitas semua pihak, terangnya. Yang menjadi dasar dari semua konsep pemikiran ini adalah konsep “Tri Kaya Parisuda” yakni bagaimana cara berpikir kita, cara berkata dan berbuat secara harmonis dan seimbang sehingga budaya itu menjadi ajeg. Saya juga bangga bahwa salah satu kegiatan kemah budaya ini juga mencakup adanya unsur penelitian atau riset terhadap motivasi para petani dalam mempertahankan wilayah garapannya dalam hal ini subak itu sendiri. Yang penting dari riset ini adalah bagaimana penjabarannya dan dari hasil riset ini harus memiliki tujuan. Semua ini harus tertuang secara cerdas baik dalam bentuk tulisan dan wujud-wujud nyata yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Artinya semua harus tetuang dalam pola pikir yang jelas dan positif. Penerepannya adalah tidak hanya di tatanan hanya bisa sebagai contoh saja namun implikasi dilapangan harus nyata. Yakni selaku kader pelestari budaya kita harus mampu memberi contoh dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat khususnya bagi para generasi muda lainnya, tegas Rai Iswara. Pelaksanaan Kemah Budaya 9 yang melibatkan para siswa SMA/SMK Negeri dan Swasta Se-Kota Denpasar direncanakan berlangsung selama 4 hari. Dengan berbagai kegiatan didalamnya diantaranya; ceramah, Out Bond, riset, kreatifitas seni dan berbagai jenis lomba seperti; lomba tulisan ilmiah, kesenian, paruman dengan berbahasa bali, ngelawar termasuk kegiatan reuni antar alumnus kader pelestari budaya. Kemah Budaya 9 yang mengambil tema “Bhuana Raksana Gawe Akna Ikang Pala” berlangsung cukup sederhana tersebut ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Sekda Rai Iswara. (Sdn.Humbud.Dps.).